Home / Kajian Ilmiah Keislaman / Keutamaan Ahli Ilmu Terhadap Ahli Ibadah

Keutamaan Ahli Ilmu Terhadap Ahli Ibadah

ahli-ilmuOleh: Muhammad Bahrudin, S. Ud.

فلعالم فضل على من يعبد # فضل البدور على الكواكب فى الجلا

Keutamaan bagi seorang ahli ilmu terhadap seseorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas bintang-bintang dalam pencahayaan.

Bait di atas diilhami dari sabda Nabi SAW “

فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِب

Keutamaan bagi orang ahli ilmu terhadap ahi ibadah seperti keutamaan bulan pada malam purnama terhadap seluruh bintang-bintang.

Rosulullah SAW mengutamakan rembulan dalam malam purnamanya atas keseluruhan bintang-bintang, Rosulullah SAW menetapkan sebuah perbedaan yang besar di antara bulan dan keseluruhan bintang-bintang dalam terang. Dan Rosulullah SAW mengutamakan ahli ilmu itu seperti rembulan, dan mengutamakan orang ahli ibadah seperti seluruh bintang-bintang. Dalam keadaan purnama cahaya bulan akan mampu menerangi kegelapan dengan penuh keteduhan, sedangkan keseluruhan bintang-bintang kendati jumlahnya sangatlah banyak, pancaran cahayanya hanya meperindah langit malam, tidak sampai memberikan penerang dalam sebuah kegelapan.

Yang dimaksud dengan keutamaan yakni sesuatu yang Allah berikan bagi seorang ahli ibadah di akhirat dari tingkatan surga dan kenikmatannya, makanannya, minumannya, dan sesuatu yang Allah berikan terhadapa ahli ibadah dari tinggat paling dekat baginya, yakni sebuah kenikmatan melihat Allah dan mendengar kalam Allah.

Dan yang dimaksud dengan ahli ilmu yakni seseoang yang mendominasikan kesibukan dirinya dalam ilmu (belajar-mengajar) daripada kesibukan dalam ibadah. Dan yang dimaksud ahli ibadah yakni seseorang yang memberikan porsi lebih dalam menyibukkan urusan ibadah dibandingkan dengan kesibukan dalam ilmu (belajar-mengajar). Sesungguhnya ahli ibadah itu harus menjalankan ibadahnya dengan disertai ilmu, yang berkaitan dengan ibadah dan ilmu tersebut haruslah terdapat dalam menjalankan ibadah, apabila ilmu itu tidak ada dalam praktek ibadah maka ibadahnya itu tidak sah, seperti yang dikatakan oleh ibn Ruslan:

و كل من بغير علم يعمل # أعماله مردودة لا تقبل

Setiap manusia yang beramal (beribadah) dengan tanpa disertai ilmu, maka seluruh ibadahnya tertolak dan tidak diterima.

Seperti  sabda Rosulullah SAW

فضل العالم على العابد كفضلى على أدناكم

Keutamaan ahli ilmu terhadap ahli ibadah itu seperti keutamaanku terhadap orang-orang yang paling rendah di antaramu semua.

Nabi Muhammad SAW menyerupakan keutamaan bagi ahli ilmu dengan keutamaannya dan keutamaan ahli ibadah dengan keutamaan seseorang yang paling rendah dari golongan shohabat dan tidak diragukan bahwa Nabi Muhammad SAW dan para Shohabatnya itu tersifati dengan ilmu dan ibadah, tetapi Nabi SAW sangat agung dan paling sempurna ilmu, ibadah, dan akalnya. Orang yang ahli ilmu akan memberikan kemanfatan secara luas dan tersebar, sedangkan ahli ibadah mempunyai kemanfaatan yang pendek dan sempit terhadap si ahli ibadah. Yang luas dan tersebar itulah yang jauh lebih utama daripada yang pendek dan sempit.

Dalam kitab al-fawaid al-muhtar disebutkan perumpamaan bagi mereka yang ahli ilmu tetkala enggan atau malah tidak menerapkan ilmunya. Orang yang ahli ilmu apabila tidak mengamalkan ilmunya itu disamakan dengan iblis.

إنّ العالم اذا لم يعمل بعلمه يكون هوا و ابليس سواء

Sesungguhnya orang ‘alim (ahli ilmu) tetkala tidak mengamalkan ilmunya, maka dia itu sama dengan iblis.

Wallahu a’lam.

 

Check Also

pertolongan-Allah

Pertolongan Hanya Dapat Diperoleh dengan Keimanan (Tafsir Surat Mukmin (Ghafir) 47-52)

Penulis: Ust. Dr. K. Asmawi Mahfudz, M.Ag. Artinya: Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, …

Leave a Reply

%d bloggers like this:

Powered by themekiller.com