Home / Jourtea: Catatan Santri / Syariat Ibadah Haji Dan Penyembelihan Qurban

Syariat Ibadah Haji Dan Penyembelihan Qurban

Oleh: Tim Jourtea Al-Kamal

Dzulhijjah merupakan salah satu dari berapa bulan yang terpilih dan utama. Pada bulan ini terdapat momen-momen bersejarah yang patut untuk dipetik ibrahnya. Diantaranya adalah disyariatkannya haji dan penyembelihan hewan qurban .

Sejarah hari raya qurban tidak bisa terlepas dari sejarah haji. Dan sejarah pembangunan ka’bah. Perintah ibadah haji sebagai seruan Nabi Ibrahim As dilakukan segera setelah Ibrahim As beserta putranya Ismail As menyelesaikan pembangunan ka’bah.

Ketika Nabi Ibrahim As selesai membangun ka’bah, Allah SWT memerintahkannya untuk menyeru manusia agar melaksanakan haji. Kemudian Nabi Ibrahim As naik ke Jabal Qubays (sebuah bukit di selatan ka’bah) dan memasukkan jari tangannya ke telinganya sambil menghadapkan wajahnya ketimur dan barat serta menyerukan diwajibkannya ibadah haji ke Baitul Atiq. Seruan tersebut telh didengar oleh setiap yang berada dalam sulbi laki-laki dan Rahim perempuan.

Seusai beliau menyeru manusia untuk melaksanakan haji, malaikat Jibril As mengajaknya pergi , jibril memperlihatkan bukit Safa, Marwa, dan perbatasan tanah haram, lalu diperintahkan untuk menancapkan batu pertanda kepada Ibrahim As.

Pada tanggal 7 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim As berkutbah di Makah, sementara Ismail mendengarkan. Kemudian pada 8 Dzulhijjah, keduannya berjalan kaki sambil bertalbiyah dalam keadaan berihram dan membawa bekal makanan serta tonggkat untuk bersandar, dan hari ini dinamakan hari Tarwiyah. Mereka tinggal di kanan Mina hingga terbit matahari dari Gunung Tsubair, kemudian menuju Arafah. Malaikat Jibril menyertai mereka sambil menunjukkan tanda-tanda batas sampai akhirnya tiba di Namirah.

Ketika tergelincir matahari, Jibril dan mereka menuju suatu tempat, kemudian nabi Ibrahim berkutbah dan Ismail duduk mendengarka, lalu sholat jamak taqdim dzuhur dan ‘asar. Kemudian malikat Jibril mengangkat keduanya ke bukit dan berdiri sambil berdoa hingga terbenam matahari, lalu mereka meninggalkan Arafah sambil berjalan hingga menuju di Juma’, dan bermalam disana hingga terbit fajar diam di Quzah. Setelah terbit matahari, mereka berjalan kaki hingga tiba di Muhassim. Ketika tiba ditempat Jumrah Aqabah tujuh krikil dari Juma’, kemudian meraka tinggal di Mina pada sebelah kanannya, lalu menyembelih hewan kurban ditempat sembelihan. Setelahitu memotong rambut dan tinggal beberpa hari di Mina untuk melontar tiga jumrah pulang pergi saat mataari mulai naik.

Pada hari Shadr, mereka keluar untuk sholat dhuhur di Abthah. Itulah ritual ibadah haji yang ditunjukkan oleh Malaikat Jibril sesuai perintah Nabi Ibrahim As.

Melempar Jumrah berawal dari mimpi nabi Ibrahim As. Yang diperintah untuk menyembelih putranya, Ismail As, dimana pada awalnya beliau tidak percaya akan mimpi itu, namun karena selalu datang berturut-turut, mereka yakin akan kebenaran melempar batu di 3 tempat itu. Dalam rangkaian ibadah haji dikenal dengan Jumrah Ula, Wustho, Aqabah.

Check Also

Sepakbola Sebagai Sarana Dakwah

Oleh: Fatna Fauziana* Sepak bola kini menjadi bagian kultural dari pesantren itu sendiri terutama di …

Leave a Reply

%d bloggers like this:

Powered by themekiller.com