Home / Goresan Santri / Puisi: Dzikirku dalam Bismillah
Source: Google

Puisi: Dzikirku dalam Bismillah

Oleh: Agustina Nur Azizah

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Tersibaklah tirai pintu malamMu nan sunyi namun khidmah
Dimana semua para malaikat tertunduk mengucap tasbih
Dedaunan, bebatuan bahkan semesta pun berdzikir padaMu
Mengagungkan kebesaranMu sebagai Robb yang Maha Pencipta

بسم الله
Dengan menyebut namaMu ya Allah
Kumulai membuka tiap lembar dari kitab-kitab kuning yang mulai lusuh
Sebuah permulaan dimana aku memohon ridho akan nikmat ilmuMu
Tanpa pernah kulewatkan sedikitpun mengucap namaMu dalam rutinitasku

الرّحمن
Dzat Maha PengasihMu
Selalu kurindukan dalam setiap langkahku menggapai secercah cahaya
Pada tempat yang menjadi tujuan para musafir pengetahuan Addinul Islam
Mengisi kekurangan yang tak pernah didapat didunia luar
Menjalaninya dengan keprihatinan panjang dan kesabaran
Berharap memperoleh sedikit mutiara ilmu dari para ulama musonif kitab

الرّحيم
Dzat Maha PenyayangMu
Menjadi selimutku dalam menutup hari seusai melantunkan kalamMu
Menghayati setiap lekuk huruf dan makna yang berhamburan
Menghujam uluh nadi dan fikiranku sehingga tiada pernah lepas
Tentang ayat-ayatmu yang terus membuatku merenungi keagunganMu

Kutata kembali tutur ini mengulang kalimat pembuka yang juga sebuah doa
Dimana permulaan dan segala keikhlasan dicurahkan
Mengisi rongga lisan yang haus akan menyebut namaMu
Mengawali sebuah niatan suci untuk menempuh jalan Illahi

بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..

بسم
Ngawiti ingsun kelawan nyebut patang pinuji
Qudus ‘Ala Qudus
Qudus ‘Ala Qodim
Qodim ‘Ala Qodim
Qodim ‘Ala Qudus

Iku

الله
Keduwene Gusti Allah

الرّحمن
Kang moho welas ing dunyo lan akhirot

الرّحيم
Kang moho welas ing akhirat bloko

بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..

Hati ini selalu bergetar ketika mengumandangkannya
Sembari lirih tangis ini mengucur tanpa kusadari
Merasakan setiap huruf itu seakaan berbicara kepadaku
Mengajakku untuk selalu mengucapnya dengan khusyuknya

Diri yang lemah ini hanya mampu mengharap ridhoNya
Ketika hati dan jiwa begitu gersang akan ilmu agama
Kitab-kitab kuning yang nampak lusuh karena sering terjamah itu
Mengguyur rohani dengan begitu derasnya
Layaknya hujan yang membasahi tanah yang kering setelah sekian tahun

Tiap bait, tiap sajak, tiap matan, tiap syarah
Kembali membuat diri ini termenung
Membuatku nampak bodoh tak berdaya
Meruntuhkan keangkuhan yang lama mengakar
Mengingatkanku betapa luasnya lautan ilmu Allah
Dan apa yang kupelajari selama ini tak sedikitpun mampu untuk disejajarkan
Apalah daya selain pasrah yang bisa kulakukan dengan tertunduk malu

بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..

Kupegang teguh niatanku untuk mengenalMu
Lewat sepenggal doa pembuka yang kuresapi
Dari bilik pesantren yang membesarkanku
Pagiku telah membuka lembaran baru menjadi kalamMu
Siangku berubah menjadi jalan ibadahku
Senjaku berubah menjadi tempat tafakurku
Malamkupun turut berubah menjadi bahtera mengarungi lautan ilmuMu
Dan sepertiga akhir dimalamku menjadi hal yang selalu kurindu
Ketika aku bersimpuh dalam sujud panjangku untuk menemuiMu

بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم………

Istiqomahkan hatiku ya Robb
Untukku yang masih tak berdaya dalam alur takdirMu
Teguhkan batinku ya Robb
Untukku yang masih naif akan kehidupan yang fana ini
Kuatkankan dzohirku ya Robb
Untukku yang terus belajar hingga akhir masaku
Yakinkan hatiku ini selalu tertuju padaMu ya Robb
Agar kupantas merasakan manisnya ilmuMu
Berikanlah setetes Dzat Rohman dan RohimMu ya Robb
Untuk peganganku ketika waktuku tiba untuk melanjutkan tholabul ilmi dikehidupan yang sesungguhnya

بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم……..
بسم الله الرّحمن الرّحيم………

والله اعلم بالصّواب
والحمدلله الربّ العالمين

Check Also

Cerpen: Byoh…Byoh-nya Emak

Oleh: Lucky Tjatra Brillian* Malam itu hujan deras mengguyur desa kecil Emak. Aku yang tergopoh-gopoh …

Leave a Reply

%d bloggers like this:

Powered by themekiller.com